November 25, 2006

berakhir pekan dirumah

Seperti biasa,weekend ini kami semua menghabiskan waktu dirumah aja,gak kemana2.
Minggu-minggu yang lalu dipakai untuk pindahan dan beberes rumah cukup membuat masing-masing dari kami ngerasa butuh relax sejenak.
Relax disini bukan benar-benar relax juga,karena pakaian si Aisyah udah numpuk harus dicuci. Itulah bedanya setelah punya anak yah, otomatis 2-3kali dalam seminggu harus memasukkan baju ke mesin cuci.
Enak seh,tinggal main masuk mesin cuci dan dry mechine,tinggal di setrika aja. Kalau dulu masih berdua,Ve masih sempat nyetrika baju tiap selesai Ben bagian tugas manage cuci baju.
Sekarang sejak ada Aisyah,jadi di sortir..baju yang biasa di pakai di rumah gak perlu disetrika cukup baju kerja Ben dan baju pergi aja. Kalau kebetulan lagi gak capek dan Aisyah gak rewel,bisa deh nyetrika sisanya.

Sebenarnya kalau dipikir-pikir kerjaan makin ringan aja, apalagi sejak minggu yang lalu aku dapat 'hadiah' diswasher dari Ben. Alhamdulillah,ada rejeki di belikan alat satu ini. Untuk memperingkas tugas Ibu Rumah tangga yang baru aja punya bayi :D .
Sempat Ve becandain, kurang satu lagi nih yang ( baca: panggilan ku buat Ben).
Seandainya ada mesin yang bisa nge-buatkan dinner/makan malam untuk kami. Wah keknya Ve makin bahagia deh,heheheh. Ben nyengir aja jawabnya.

Apa karena Ve udah tua or ngerasa tua yah? Lah kok? apa hubungannya. Cuma ngerasa kalau udah seharian itu, pas udah malemnya tetap ngerasa badan capek bangeet,kadang pernah di biarkan aja Aisyah dijaga ama Ben gantian,Ve tidur ( istirahat).
Entah deh,mungkin karena gejala letih,lesu,lemah dan loyo...gejala kurang uang...ups kurang darah. heheheheh.
Tapi Alhamdulillah,tetap disyukuri...karena semua berjalan baik dan lancar,kami masih diberi nikmat sehat walafiat. Aisyah,Ve dan Ben..meski menempati apartment baru dengan seabrek2 kerjaan yang mesti dibenahi,stamina kami tetap fit. Sempat kena flu,sekarang udah baikkan.

Akhir pekan ini seperti biasa jadwal kami sebelumnya adalah tilawah dan mengupas ayat-ayat Al -Qur'an dan berdiskusi tentang Islam.
Malam ini,selesai tilawah kami membaca buku yang judulnya Guidelines raising ur child.
Menarik, dan salah satu yang dibahas adalah masalah Jilbab.

Ben berpendapat bahwa Jilbab bukan suatu keharusan,karena mengacu pada Qs 33:59, pendapatnya adalah : yang demikian itu adalah lebih baik untuk mu. Agar mudah dikenali ( berkenaan tentang jilbab).
Pendapatnya,setiap wanita mempunyai daya tarik seksual. Jika seorang wanita keluar dari rumah tanpa menutup aurat,dan menimbulkan penyakit hati ( keterangsangan secara sexsual ), lalu terjadi suatu peristiwa pelecehan. Itu jelas salah wanitanya.
Di Al Qur'an sudah jelas aturannya,bukan sebuah keharusan Allah SWT menggariskan aturan itu agar manusia mengikutinya. Event,walau semua manusia tidak mematuhi aturan Nya...gak berkurang sedikitpun kekuasaanNya.
Sesungguhnya semua aturan jilbab (menutup aurat) itu untuk keamanan wanita itu sendiri.

Yang lebih penting lagi kandungan dari surat ini sebenarnya ditujukan kepada para suami,ayah dan brother yang mempunyai istri,anak,saudara perempuan.

Seperti contoh kasus yang terimage diDenmark. Image yang ada disini,sosok wanita berjilbab. jika ia seorang istri,maka dia adalah istri yang terkungkung,harus patuh dan mengikuti semua apa kata suaminya.
Jika dia seorang anak,maka dia berjilbab karena harus mengikuti aturan yang disuruh orangtuanya. Seperti itu sosok jilbab yang banyak di pahami masyarakat disini.

Jilbab mengisolasi eksistensi seorang makhluk yang bernama wanita. Gambaran itulah yang banyak dipahami orang sini.

Pernah ada contoh kasus yang ditayangkan pula oleh media televisi, kasus terbunuhnya seorang anak perempuan keturunan middle east. Anak perempuan ini dibunuh oleh kakak lelakinya karena dia mencintai dan ingin menikah tetapi bukan pilihan dari keluarga mereka (orang tuanya). Setelah diselidiki,ternyata pembunuhan ini direncanakan oleh ayah anak tersebut.

Masya Allah,sampai segitunya. Kasus seperti ini gak 1 or 2 kali terjadi, ini belum terhitung citra perempuan(baca: wanita muslimah yg berjilbab) yang diimage/citrakan sosok yang sangat terpenjara,terisolasi,dsbnya.

Dari sinilah,Ben ingin mengambil jalan tengah. Kita tidak bisa menforce Aisyah untuk memakai jilbab. Karena setiap diri(muslim) bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri. Kita mesti bisa memberikan penjelasan bahwa jilbab bukan sebuah kungkungan buat Aisyah,justru jilbab itu menjadi Aisyah kedudukannya lebih mulia. dihormati dan dihargai.

Memang tidak ada pilihan lain,kecuali mengikuti aturan Allah SWT,tapi tetap bisa bersosialisasi dimasyarakat. Itulah harapan Ve dan Ben.

Tapi memang Ve dan Ben sepakat,berusaha mengarahkan Aisyah nanti, karena sesuai apa yang Rasulullah SAW sabdakan bahwa sebenarnya semua bayi lahir dalam keadaan muslim,orangtuanya lah yang menjadikannya yahudi,kristen atau majusi.

Aisyah kedepan akan jadi bagaimana,itu semua tergantung bagaimana cara kami mendampinginya menjadi seorang muslimah. Muslimah yang tetap bisa bertahan ditengah arus peradaban. Muslimah yang tetap berpegang teguh dalam aturanNya tapi tetap bisa berbaur dalam komunitas masyarakat di Denmark.

Hehhehe,serius banget yah...habis memang itu isi diskusi pengajian kami minggu ini. Setelah beberapa minggu sempat terhenti,Alhamdulillah mulai lagi sekarang.

Oh ya,kabar Aisyah sehat beratnya sudah sekitar 4,4kg dan sekarang udah bisa senyum dan kalau diajak komunikasi udah mulai bisa ngomong,meski ngomongnya aaa,iii,uuu *_^
Yang pasti sekarang,udah start buat Aisyah mulai merespon ketika kami ajak komunikasi.

buat teman-temana Happy a nice weekend yah
Kaere Hilsen
-Vera,Ben og Aisyah-


10 comments:

MaIDeN said...

Tugas orangtua "mengarahkan". Kalau pengarahannya bagus, dijamin deh ...

Anonymous said...

Ve, gak terasa ya giliran kita yg jadi ortu ;). Anak-anak adalah peniru yg handal, faktor ortu menjadi yg paling penting, mau jadi contoh spt apa di depan anak2? yuukk...sama2 belajar, terus SEMANGAT yah..!!
love U...

Wati said...

Anak belajar dengan melihat dan meniru.

Coba lihat di multiplyku tentang Link Soal ujian al Qur'an dari Mbak Vita Sarasi, bagus dech, bisa dilihat point2nya.

.:.A m e e.:. said...

semoga diberi kemudahan ve..kalo menurut amee, emang gak gampang membuat anak ngerti syariat islam karena kadang kita yang udah dewasa gak bisa'melogika' syariat Allah dan memang syariat tidak untuk di logika...yang mustu kita tanamkan adalah rasa cinta kepada syariat Allah dan kebanggaan menjadi seorang Muslim, dengan beitu inshaAllah tuntutan Allah apa saja akan mudah untuk kita (anak kita) ikuti...
good luck sis!

Anonymous said...

gw jg bisa ngomong kek aisyah..^-* neh : aaaiiinsm,acbasbcubcscs...cscjscsgucwcyed...cducgiuwcjwe..cnhuioo..dhhhh

ka ina gak perlu tahu, cus cuma gw ma Aisy yg ngerti...:p


hug and kiss...to Aisy.....mmmmuuuuaaaacccchhhhh ^-*


-Lopez-

ratnaningsih said...

hee..hee pekerjaan rumah tidak akan pernah habis sambung menyambung...

yang penting dalam didik anak tuh tauladan dan sabaaaaaaaar plus tambah ilmu,seperti kata desertrose.

Lesca said...

Wah, enak juga ya kalo ada mesin penyedia (bukan cuman pembuat :-p) dinner :D Dulu aku sempet kepikir, pengen ada yang bikin "mesin mandi". Jadi kita tinggal masuk ke dalem mesin itu, keluar2 udah cantik. Jadi ga perlu dandan lagi... H3 :-p
BTW, masih mendingan tuh, bisa nyuci 2-3x dalem seminggu. Di sini aku nyuci bajunya Benaia 2-3X dalam sehari :-p Maklum, panas..., jadi keringetan melulu... :))

Anonymous said...

mba ve aku mo tanya nich..aku termasuk yg susah dibilangin..coz mamaku tuh maksa aku dari jaman aku sma toek pake jilbab...bukan aku menutup diri tp menurutku aku mau pake dengan kemauan diriku sendiri bukan karena mama ato apapun. emang sich itu bwt kebaikan aku jg, tp klo hati blm kebuka apalagi mama yg slalu push jdnya aku tambah males :(

oya mba seharusnya kan utuk b'jilbab dikarenakan hati karena Allah? tp klo nih mba semisal aku nanti pake atas dasar kepatuhan atas suami yg tentunya seikhlas hati..apa itu dpt diterima ya sma ALLAH? duh ribet yach..abis sekarang ini aku lagi perang batin nich mencari2 jalan yg terbaik

maaf yach ngerepotin
salam bwt de aisyah

Giel said...

Mbak Ve! salut banget ama kekompakan dan saling pengertiannya diantara kalian... super!
Gil yakin Aisyah akan menjadi anak yang bisa membanggakan orangtuanya, walaupun faktor external akan mempengaruhi langkah Adikku yang lucu nanti, tapi tetap faktor internal akan lebih kuat pengaruhnya. Sekatang mau apa coba? faktor internal kalian sangat kuat dengan hidayah dan kekuatan cinta!
Sun jauh buat Aisyah, adik kecilku yang imut!

adit said...

aaaa... uuu... he he he... seneng banget yah ketika si bayi dah mulai respond sama kita.. tiap harinya ada aja yg bikin kita kaget karena polahnya yg baru... aku inget waktu si haris ditinggal seminggu... waktu itu dia belum bisa ngomong.. pas aku pulang.. aku gendong... mamanya bilang... siapa tuh de'... aku bilang "Om" -sambil meledek- , eh si haris seketika nyahutin "Om....!" waduh... kata2 pertama anakku "Om.."