August 12, 2009

akal dan hati


the Prophet (bpuh) said:

"If you ask, then ask of Allah, and if you seek help, then seek it from Allah. And know that if the whole of the nation were to rally together in order to bring benefit to you in anything, they would not benefit you except with that which Allah has written for you. And if they were to gather together in order to inflict harm upon you with something; they would not harm you except with that which Allah has written upon you. The pens have been raised and the pages have dried."


****

Don't be sad -- Life is shorter than you think

Dale Carnegie related a story of a man who had an ulcer that became aggravated to a dangerous level. Doctors informed him that he had very little time left to live. They insinuated that it would be wise for him to make funeral arrangements.
Suddenly, Hani the patient - made a spontaneous decision: He thought to himself that if he had such little time left to live, why not enjoy it to the utmost?

He thought, "How often have I wished to travel around the world before I die. This is certainly the chance to realize my dreams."
He bought his ticket and when the doctors became aware of his plans, they were shocked.

They said to him, "We most strongly remonstrate with you and warn you: If you go forward on this journey you will be buried at the bottom of the ocean.

" Their arguments were in vain and he only answered, "No, nothing of the sort will happen.
I have promised my relatives that I will come back to be buried in the family plot."

He thus began his trip of mirth and joy.

He wrote to his wife saying, "I eat the most delectable of dishes on the cruise ship.
I read poetry, and I eat tasty fatty foods that I have hitherto refrained from.
I have enjoyed life during this period more than I have in my entire previous life."

Dale Carnegie claimed that the man became cured of his sickness and that the energizing path he took is one that is successful in defeating disease and pain.

The moral: happiness, cheerfulness, and calmness are often more efficacious than doctors' pills.


****

Cerita diatas diambil dari La Tahzan, pesan moralnya tersampaikan oleh saya pribadi :)...buku ini bagus sekali untuk mengingatkan kita-manusia, yang kadang pernah merasa goyah, lemah dan tersesak oleh rentetan ujian kehidupan yang terus berlabuh di keseharian kita.

Kita memang terlahir untuk di uji...ujian yang tidak akan pernah selesai ini harus benar-benar kita pahami, semuanya tak ada yang luput ditulis di Kalam Illahi dari jodoh,rejeki, maut dan kelahiran.

Kitapun diberi kebebasan untuk memilih jalan kehidupan kita.....kebebasan itu seirama dengan diberikannya kita oleh Allah SWT 2 perangkat penting yaitu : AKAL dan HATI.

Ke dua perangkat ini saling berhubungan dan mempunyai hukum sebab-akibat. seperti halnya ketika AKAL kita selalu berpikir menggunakan logika serta menimbang, melihat dan membandingkan kehidupan kita dengan orang lain. Ketika itulah logika kita bersandar pada sisi iri dan dengki.
Kenapa hidup kita tidak seberuntung orang lain? Kenapa orang lain sukses tapi kita lebih sering ditimpa musibah atau ujian?.

Sehingga mengakibatkan HATI kita gundah dan gulana. Sedih dan tak tentu perasaan. Disini sampai pada titik dimana kita menyalahkan qodrat. Kita berprasangka buruk terhadap Tuhan kita.

Begitu besarnya sebab akibat antara AKAL dna HATI....oleh karena itu Tuhanpun memberikan kita senjata ampuh.

Buat saya pribadi...saya pun melewati jalan itu...jalan dimana masa-masa begitu sulit dan terasa sampai pada titik nadir. Jalan dimana saya sampai pada titik bingung antara tsiqah/percaya atau tidak kepada jalanNya. Namun, tampaknya DIA selalu memberikan kejutan kepada saya...dan jawaban setiap titik nadir itu berhampir. Dan setelahnya , SYUKUR lah yg ada...dan paling berasa malu....malu karena telah berburuk sangka atas ujianNya....dan malu karena begitu dangkalnya AKAL dan pikiran saya sehingga menyebabkan HATI saya berkelebat tak tentu arah.

Nah...saudaraku....sahabat
ku..yang ku sayangi....mari kita belajar untuk bisa mengendalikan 2 perangkat ini. Masing-masing ada penawarnya ,

1. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.(Ar Ra’d : 28)

2. Terbentangnya langit di angkasa, dengan awan sebagai hiasan, matahari sebagai penerang di siang hari, bintang malam yang melukis langitNya, bukanlah sesuatu hal yang biasa dan tanpa makna bagi kita yang mau berpikir/ulil albab. Ini semua yang Allah SWT sebutkan di dalam Al Qur’an, setiap kejadian terdapat hikmah di dalamnya. Tak satupun kejadian yang sia-sia. serta segala yang ada di seluruh jagad raya ini merupakan tanda-tanda adanya Allah SWT..tanda kesempurnaanNya sebagai Penguasa semua ini.

Saya pribadi bukan berarti tidak ada ujian dan cobaan...hmmm, tapi saya ingin sekali tetap mempunyai pikiran positif dalam setiap kejadian.....selalu berusaha mengambil hikmah di setiap peristiwa.
Dan saya bersyukur ada pembimbing yang selalu menuntun saya agar sampai mengukir catatan hidup saya dengan menggunakan DUA perangkat yang telah Tuhan berikan untuk memilih jalanNya....

Ya Allah yang membolak-balikkan hati...tetapkan hati kami untuk selalu taat kepadaMu.

****

4 comments:

fromheart said...

tks for sharing with us ve...something thoughtfull :-)

aulia said...

postingany bagus ;))

Lopez said...

very nicee..and Mor...ada yg aku ambil kalimat yg bagus2nya buat di pajang di FB yup... thx ^-^

Aniza said...

Salam, alhamdulillah dan subhanallah...sejuknya hati saya membaca tulisan ini dan saya juga diperantauan..