April 23, 2008

Kopdar dadakan

Ketemuan sama orang Indo udah hal biasa disini. Masih ingat waktu awal mula Ve datang ke Århus orang Indo itu nggak sebanyak hari ini. Dulu boleh dibilang sepi banget orang Indonesia yang Ve kenal.

Sekarang di sprogcenter aja kurang lebih ada 15 orang yang sekolah bahasa danish. Itu yang baru pindah dan tinggal si Århus sekitar 5bulan- 2 tahun. Kalau yang orang lama mungkin lebih banyak. Tapi karena kesibukan masing-masing jadi kita jarang ketemuan. Kalau yang di sprogcenter boleh dibilang sering banget kita ketemuan.


Nah, pas tanggal 21 kemarin kebetulan ada undangan dari Rådhuset untuk para pendatang yang baru bermukim di Århus. Semisal undangan selamat datang di Århus. Padahal Ve udah 2 tahun lebih disini, tapi baru di welcomoenya sekarang yah ,LOL.

Yang diundang emang semua warga baru di Århus , berasal dari berbagai negara dari Arab,Turki,Somalia, Amerika, Thailand, dan Indonesia.

Lumayan surprise juga ada beberapa pasangan orang Indo yang datang...yah rata-rata teman Ve juga di sprogcenter.
Acara dimulai dengan sambutan dari wakil Rådhuset, semacam walikota kalau di Indo. Habis itu berbagai sambutan dari panitia dan disediakan beberapa penterjemah dari masing-masing negara. Cuma gak ada penterjemah dari Indonesia ...hihihihi.


Habis itu kita di ajak jalan-jalan masuk ke ruang sidan ( disini Ve jadi ingat gedung MPR/DPR ).
Diajak muter sama pemandunya masuk ruangan tempat para penduduk denmark yang mau menikah dan disahkan oleh kommune.




***
Sedikit cerita tentang cityhall ini, ruang sidang ini didesain oleh designer kenamaan Denmark. Terus bangku serta lampunya juga didesain khusus. Sampai katanya kalau ada lampu yang rusak,itu kalau mau ngeganti lampu harus seijin pihak rådhuset dulu. Jadi nunggu di acc baru bisa dibenerin oleh tukang listriknya. Kelih
atan karpetnya nggak? Karpetnya juga pake didesain segala. Nah itu peta kota Århus yang ditengah warna merah plus ada jalan high waynya.
Penduduk Århus diperbolehkan untuk masuk kesini tempat duduknya dilantai atas untuk melihat jalannya persidangan. Seingat Ve setiap hari selasa atau rabu. Disinilah segala hal keputusan berkenaan tentang Århus diambil dipimpin oleh Nicolai Wammen. Di Århus partai yang menang itu social demokrta jadi hampir separuh delegasinya dari partai ini.
Uniknya,menurut cerita pemandu dulu tahun 1919 pemilihan walikota Århus ini di putuskan oleh Raja, tapi setelah itu berdasarkan pemilihan suara. Dan satu lagi...ini seremnya bangunan rådhuset ini dulunya bekas pemakaman.
hihihih,serem banget kalau malem-malem yah..^_^.

Nah yang dibawah ini teman-teman di Århus...pasangan yang menikah sama warga Århus/Denmark. Yang tersiksa sama MAKANAN Indo....merintih-rintih andai ada yang jualan bakos, ada restaurant padang...hihihi,apaan sih?

***
Sayangnya kita nggak bisa naik ke tower...paling tinggi diatas yang ada jamnya. Karena waktu udah sedikit sedang kita juga disuguhi buffet...makanan ringan gitu.

Habis kita makan-makan akhirnya kumpul sama teman-teman Indo. Ngobrol sana sini...nggak jauh-jauh yang diomongin masalah MAKANAN.
Hahahah, maklum deh kita jauh dari rantau...jadi ngomonginnya masalah makanan terus. Ngomongin juga masalah sambel di Århus yang nggak ada pedas-pedasnya. Para pasangan kita cuma pada geleng-geleng kepala...sampai salah satu pasangan nyeletuk ayuk atuh ngadain pesta chili....chili fest....:D

Yang masak para orang-orang Indo terus pasangannya icip2in....hehehe,beneran mau nyobain? Ragu deh kalau orang bule suka pedas...dikasih merica aja udah kepedasan. Apalagi mau nantangin makan pedas semisal rendan padang atau sambel terasi.

2 comments:

ardian Perdana Putra said...

Wah... blogger indonesia di seberang lautan... salam kenal.

Mbak, pengen tau dunk gimana ceritanya bisa 'nyasar' ke negeri seberang.
Btw, sekalian nanya, ada nggak sih beasiswa untuk orang indonesia ke sana? Mau dunk kalo ada info.

Bintang said...

verr..aku usul..sekali kali dikasih bakwan ama cabe rawit..kuat gak mereka makan tuh...paling2 langsung dibuang tuh..hehehe