August 1, 2007

Kejutan ;)

"Say it with flower and chocolate",

Tampaknya ungkapan ini sudah sering kita dengar,apalagi untuk pasangan. 2 sejoli yang sedang kasmaran.
Ehemm,masak sih Ve kasmaran? hayooo ada apa ini? :. Okeh-okeh, begini ceritanya.

Sore hari pas jam pulang kerja Ben,tiba-tiba dikejutkan oleh pertanyaan dia untuk suruh aku milih. Tangan kanan atau tangan kiri. :(( Ada apa yah? itu pikiran Ve.

Terus Ve coba intip dibelakang badannya. Eh dia bilang curang, don't cheat with try to see in my back so you can know what it is.

Iya deh, langsung aja Ve reply seperti biasa Ve akan selalu choose : the right hand.
( meskipun secara biologi Ve ini kidal kalau menulis).


Akhirnya,setelah ditunjukkan mengertilah Ve...Dapat surprise dari suami tersayang.

Bukan kok,kita belum anniversary. Kira-kira masih 3 mingguan lagi kita anniversary yang ke 2. Gak terasa sudah 2 tahun kami melewati kehidupan berumah tangga.

Ve dibelikan seikat bunga cantik dan coklat toffifee.

Yang bikin makin surprisenya itu bucket bunga ada sunflowernya. Ve itukan maniak sunflower. Hehehehe, teringat pertama mau pindah ke Denmark Ben sampai nyuruh Ibu nya nyariin bunga sunflower. [-O<
'Unsklyd Mor',gitu kira-kira jawaban Ve waktu tahu hal ini.

Back to cerita bunga, surprise ini sebenarnya Ben ingin kasih kemarin hari. Tapi dia sudah kecapean pulang kerja akhirnya diurungkan niatnya hari ini.
Dan tahu nggak,waktu Ve ke cityvest tadi pagi sama Aisyah lalu melihat seikat bunga yg ada sunflowernya itu sudah naksir pengen beli. Nggak tau kenapa pengen banget,tapi Ve urungkan niat itu. Karena dipikir-pikir menghabiskan uang aja. Bayangkan, harga seikat bunga itu sampe habiskan 200ribu rupiah. :-?

Usut punya usut,memang beberapa hari ini Ve pribadi ada sedikit masalah. Bukan masalah dikeluarga kami. Tapi ada masalah keluarga di Jakarta dan itu Ve dapat infonya sekitar 5 hari lalu. Sangat kepikiran? Iya dunk,wong biar jauh dari keluarga tapi tetap Ve part of family. Ve bagian dari mereka.

Kepikiran berhari-hari ini tentu sangat berefek kepada keluarga inti Ve di sini. Agak kesihan Aisyah juga Ben terutama. Ve bermuram durja ceritanya.

Tapi memang sifat Ve yang nggak mau mengkomunikasikan perasaan Ve. Kadang Ben suka agak kesal sama sifat Ve yang satu ini.
Dia selalu bilang,aku suamimu..kalau kamu ada masalah jangan dipendam-pendam. Meski misal aku gak bisa kasih solusi dengan aku jadi pendengar setidaknya membuat kamu lega. Sekedar memeluk serta membuat kamu tenang ,apa itu nggak kamu coba komunikasikan? Juga kesihan Aisyah,aku aja suami kamu bisa merasakan kalau pas kamu lagi menyimpan sesuatu. Apalagi Aisyah,dia darah daging kamu. Dia lebih merasakan lagi turun naiknya perasaan kamu. :((

Beneran deh tersentuh,waktu akhirnya Ve coba buka apa yang mengganjal diri Ve. Dan setelah itu kerasa lapang. Memang sempat beberapa hari Aisyah juga berasa suasana meloow gitu.

Makasih yah sayang, Ve biar secara teori banyak TAHU mengenai psikologi rumah tangga dsbnya. Tetap aja dari sisi prakteknya...Ve belum matang. Perlu banyak proses pembelajarannya.

Ve memang lahir dan besar dalam kondisi lingkungan yang tidak mudah mengungkapkan perasaan secara jelas dan nyata. Iklim di Indonesia seperti itu katanya? ( ah sepertinya jadi berapologi menyalahkan iklim Indonesia ). Butuh waktu sih....tapi Ve salut sama Ben.

Kadang ada pasang surutnya dalam rumah tangga,kami sama-sama belajar. Maklum juga kami nggak mengenal satu sama lain sebelumnya. Kami sungguh malah sekarang ini ibarat kata pacaran setelah menikah. Jadi baru tahu sifat-sifat pasangan yah sekarang ini.

Tapi Ve bersyukur Alhamdulillah, Ben bisa menjadi Imam buat KELUARGANYA.

Kami bisa saling menopang satu sama lain. Manusia memang tak pernah luput dari kesalahan. Namun sebagai orang yang bijak,seharusnya kita bisa memperbaiki kesalahan yang telah kita buat. Seperti itulah kami menapaki hari-hari kami.
Dan kami tak segan saling terbuka untuk meminta maaf duluan jika memang kami berbuat salah. ( paling sering sih Ben, ayoo ngaku Ben ) Heheheh, b'canda kok.

Atas kejadian yang berhari-hari Ve memendam rasa, kepikiran keluarga di Jakarta. Ben sangat membantu Ve. Karena itulah hari ini dia buat surprise unutk Ve. Dia bilang,aku nggak mau lihat terus-terusan istriku sedih. Aku ingin kamu tersenyum. Biar sunflower itu kembali berkemekaran di keluarga kita. %%-

Terharu biruuu banget pas dengar penjelasannya.

Sebenarnya dari kemarin pas Ve akhirnya jujur dan terbuka terhadap Ben,Ve sudah lapang hati. Pas malamnya juga kami shalat Isya berjamaah,Ben sempat sesaat berdiam dan berdoa sebentar sehabis shalat. Mungkin mendoakan Ve sepertinya ( GR yah aku? ). Dan Alhamdulillah sudah seperti biasa. Tapi ditambah hari ini dapat surprise Ve semakin bahagia (Alhamdulillah).
Dan masalah yang keluarga di Jakartapun sudah teratasi...sudah ada titik terangnya.

Akhirnya,pas shalat Ashar ...Ve sujud syukur....Alhamdulillah, makasih ya Allah...Ve diberikan karunia dan nikmat berkeluarga dan ada seseorang yang membantu disaat merasa rapuh.

Susah memang sifat Ve ini hilang, paling tak bisa mengungkapkan bahasa secara verbal...Ve lebih suka mengungkapkan dengan tulisan.
Tapi nggak lucu dunk,lah wong lagi sedih terus disuruh nulis surat berpanjang-panjang :P .Alamat makin desperado aja deh.

Tapi satu hal yang ingin Ve kemukakan disini...wabil khusus untuk para suami.

Wanita itu mungkin terlalu letih dan lelah, setelah lelah seharian mengurus rumah,menjaga hartamu,menjaga anak-anak.
Pun harus pula berkompromi dengan perasaannya.
Tidak ada salahnya memberikan kasih sayang yang bernilai bagi dirinya
.
Sekedar penerimaan dan tutur lembut.
Sedikit laku agung teruntuk yang telah lahir dari rahimnya penerus generasimu. Sekedar sedikit perhatian untuk penopang jiwa raganya.
Menyegarkan spirit dirinya.
Agar kembali tegar menapaki hari-hari.


*bintang terang itulah dirimu...wanita....

(duh maaf jadi puitis...)

*Jeg elsker dig min skat...Tak for smukke blomster

9 comments:

Heny said...

Aduh...pagi-pagi baca postingan romantis kek gini jadi kangen sama suasana romance kek gitu...heheheheheh...bahagia selalu yah...lam kenal sebelumnya...

bundanya i-an said...

hik..hik.. romantis banget...
smoga smua baik2 saja ya ve, smua masalah akan berlalu dengan penyelesaian yang membahagiakan...
senengnya punya suami romantis, semoga romantis selamanya sampe aku nini yah...

Inaya Salisya said...

Pagi hari yg mengharu biru ...
Alhamdulillah ya mbak di balik kesedihan ada secercah kebahagiaan. Romantiss eui ...
Jujur , Ina ga prnh dibeliin bunga ma misua tercintrong, katanya mending beliin barang yg lbh bermanfaat. Setiap kehidupan rumah tangga, punya keromantisan masing2, berbahagialah mbak Ve... :)

ima said...

Hiks .. syirik buanget niy Ve. Mau dunk dikasih bunga & coklat juga. Do'ain daku u/ yg satu ini.

Semoga masalahnya cepet selesai & Ve bisa kembali ceria lagi.. bener apa yg Ben bilang tuh. Kasian Aisy..

*Big Hug*

Mother of Abdullaah said...

Ve... melow juga bacanya tapi melow indah melihat sesuatu yang romantis begini di antara pasutri. Semoga hubungan kalian berdua semakin indah dan matang di bawah naungan cinta Ilahi. Aamin. Sun sayang buat Aisyah :)

Ninis said...

Aduhhh ... lagi happy nih, jadi semangat nulis di blog yah :)

Semoga kebahagiaan kalian tidak sirna dimakan waktu. Amin.

Ais dapet apa dongggg? ;)

Jasmine said...

Salam Ve, pa kabar? waduh romantisnya suami dikau! suamiku sih paling gak suka kasih bunga, dia paling seneng kasih coklat aja jd gak mubazir hehehe...soalnya bunga bisa layu dan nantinya dibuang,mendingan kasih sesuatu yg bisa dimakan(emang doyan makan sih :P )anyway, mungkin org indo itu rata2 suka memendam masalah yah tp gak bagus tuh klo dipendem2 terus bisa2 makan hati so it's better if we share with our husband! Take care Ve

onit said...

hi ve, pengen ikut nimbrung..
emang begitu katanya orang asia kalau sama orang bule..

di sini cewe2nya kalau yg punya suami bule biasanya banyak berantem di hal itu. para suami itu kesal karena si cewe suka memendam perasaan. beruntunglah kamu punya suami yg sabar mau membujuk pelan2 sampai kamu mau terbuka..

memang begitu budaya indonesia terutama jawa, banyak memendam pikiran.. kalau bule memang ekspresif, apa2 diutarakan :)

ok deh. keep it up! :)

widie said...

Waduh...suaminya Ve romantis sekali yaa....hihi emang tuh kudu dipupuk terus keromantisan rumah tangga duh bahasanya... biar mesra terus dan selalu berbunga-bunga rumahnya....asyik pan....

Hayo Ve juga harus romantis dong sesekali sama suami tercintah ini hihi....