September 26, 2006

Savner dig


Selalu ada tawa,
di saat lain ada juta duka
tangis mengharu biru

Semuanya sinergis menjadi
perpaduan yang indah

Tidak, bukan artian ku tak mensyukuri
Hanya bergumam,
inilah episode yang ada dipersada harianku


Aku hanya tak mampu bertutur
biarkan ....biarkan,
Desiran angin yang berhembus
Lantunkan arti makna diri pada semua

Lalu apakah yang mampu kuukir,
Hanya setangkai pengharapan
dan leburnya kerinduan
akan nuansa harum kasturi
Duhai cerminku,
Nuansa cahayaNya datang
bersama saat menunggu
Lahir seorang khalifahNya

Duhai,
Sang Kekasih,
nikmat manakah yang mampu kudustai?
*September 26/06*

4 comments:

Inaya Salisya said...

Wah mbak Ve lg nge-blue yaa.. Smg baik2 saja kondisi mbak dan si bebih. Diberi kelancaran persalinannya juga sesudahnya.

topan said...

Mensyukuri apa yg telah dikaruniakan-Nya lah solusinya. Ada target tuk katam Al-Qur'an..?
Insya Allah.

salam kenal.

Mother of Abdullaah said...

Whaa gak sangka Vera pandai bikin puisi. Bagus Ver :) Inilah momen yang tepat utk bermuhasabah dan bermunajat pada Sang Kekasih. May Allaah accept our deeds. Aamin.

Yon's Revolta said...

Keep writing ve..
gimana puasa di denmark..?
btw salam aja buat Ben