January 12, 2005

Sesuatu...tentang cinta

"Sesuatu...tentang cinta"
Pa kabar saudaraku...yg dengan muwajahah kita via cyber ini,
menambah erat silaturahim diantara kita.
tentunya itu yg kuharapkan dari "ukhuwwah" ini.

Adanya jalinan ukhuwwah, didasari oleh fitrah kita, untuk selalu berbagi,
untuk selalu bersosialisasi dan menghantarkan pada titik perwujudan yg paling hakiki,
yaitu menambah "ma`rifat" kita kepada Sang Penyambung Tali Ukhuwwah.

Berbicara tentang sesuatu itu....cinta...memang tak pernah bosan menyapa kehidupan antum fillah,
bahkan setiap kali banyak bahasan tentang cinta menyapa diri kita,
dan memang tak bosan2 nya kita menggali...
tentunya krna diri kita ini dipenuhi oleh cinta...love...all its about love...:)

Hehehehe, mungkin diantara sahabat kali ini ada yg sudah membaca edisi izzzah terbaru yg temanya
"ketika ikhwah catuh cinta"....wowss.....kayaknya booming banget deh....
apalagi buat pasangan phiet-hadi , yang baru aja menggenap kan setengah dienNya,
januari kemarin....Buat Phiet ...Ikan bawal dilaut...Barakalallahu Lakum...:D.

Saya coba menuangkan sedikit bahasan disini,
mungkin dengan kata-kata dan pemahaman yg saya tangkap setelah membaca edisi ini. Subhanallah...bergelora...dan banyak sekali i`tibar yg bisa saya dapatkan....

Ketika kita jatuh cinta, mungkin yang bisa kita lihat adl.kehidupan dengan spektrum yg lebih luas,
ketika cinta hadir dalam perasaan kita,
ketika itulah Allah berikan kesadaran agar dengan "sirasa" yang hadir ini
kita semakin peduli dan paham akan diri kita dan sekitar kita.

Ada satu yg ingin saya tekankan, yg saya konklusikan ketika saya mengambil inti sari dari edisi "cinta" ini.

Ketika kita disapa "cinta' seharusnya dengan cinta itulah mampu menerangi relung hati kita
seterang mentari yang penuh ketulusan dan bukan basa-basi ...
yg bukan hanya romantika dunia yg melenakan, tapi dengan cinta itu
kita bisa mengepakkan sayap hingga sampai kepenjuru langit, dan dengan cinta itu
kita getarkan tiang-tiang Arasy....
menyenandungkan "cinta" yang lebih hakiki kepada Allah SWT.

seharusnya dengan anugerah itu, kita bisa memupuk rasa "empati" kita terhadap diri kita dan sekitar kita.

Wujud empati kita kepada diri adl.sudah seberapa kenalkah /ma`rifatkah kita dengan Si Pemberi Cinta?...
sudah sejauh maan perjalanan kita menembus "KeMaha Halusan" rasa "cinta" hakiki itu?....
tentunya hanya diri kita yang bisa menjawab itu bukan?.
Lalu wujud empati kepada sekitar kita,
adakah kita mau memperdulikan hal dan keadaan saudara kita seiman,
dan yg lebih luas lagi...
sampai sejauh mana kita ikut meringankan beban saudara kita di Aceh sana
yg sedang tertimpa musibah
( semoga cahayaNya menerpa nurani yang shock atas musibah ini, Innallaha ma`ashobirin ).

Mungkin,...yah mungkin....kesibukan kita...waktu yg berlalu ....... rutinitas saja.
sehingga tidak lagi kita mampu menangkap sinyal dari setiap kejadian disekitar kita,
atau mungkin kematian telah menggerogoti "ruh cinta" yang ada dalam hati kita...
sehingga ...kita hanya sibuk ...dan sibuk ...saja...wallahu`alam.

Sesuatu tentang cinta...banyak yg kita bisa gali...banyak yang bisa kita berikan...
bahkan lebih pada diri kita dan sekeliling kita....

Semoga Allah meneguhkan kita pada Cinta yang sejati dan hakiki...amiin.

ps : biar lebih nyambung mending buruan baca deh majalahnya...:)...hehehehe

1 comment:

Elcazadork said...

puisi buatan mbak Ve?