January 12, 2011

Rasa bersalah

Tanggal 31 januari adalah hari terakhir Ve di praktik kerja. Ve praktik di SFO. semacam klub buat anak usia 6-14 tahun setelah mereka selesai dengan sekolahnya. Semacam klub aktivitas buat anak-anak.

Banyak hal yang bisa Ve dapat disin, belajar mengenali kwalitas kemampuan diri sendiri untuk mengatakan 'tidak' terutama pada anak-anak. Banyak pelajaran berharga yang Ve pribadi dapat.

Alhamdulillah, bertemu dengan teman kerja dan bos yang sangat menolong dan sabar membantu dalam pembelajaran profesi Ve sebagai pendidik/pedagog.

Projekt bulan ini tampaknya amat sangat menguras energi Ve, plus Ve mesti konsen untuk mulai membuat papper work/ tulisan untuk persiapan eksamen difebruari nanti. Untungnya cuma test tulis aja. Walau nanti pas mau liburan summer mulai lagi untuk ujian di semester 4 untuk presentasi juga.

Projekt bulan januari ini bertemakan tentang motivasi. Jadi kami di tuntut untuk bisa membuat aktivitas yang bertema motivasi anak-anak di SFO.

Yang Ve pikirkan proses dalam aktivitas ini begitu memakan energi besar untuk Ve pribadi. Bagaimana bisa berjibaku dengan konflik dan berusaha tetap memberikan grænse/limit kepada anak-anak. Pembelajaran anak-anak yang paling utama adalah agar mereka bisa mengambil tanggung jawab untuk hidupnya.

Fuiiiih, hari pertama...ke dua dan ketiga sudah berasa banget energi yang mesti dikeluarkan. Pulang sampe rumah langsung capeknya minta ampun.

Disisi lain Ve jadi feel guilty banget dengan Aisyah. Ve begitu banyak memberikan energi yang besar untuk anak-anak lain, sedang untuk Aisyah cuma dapat energi sisa. Sisa dalam hal, dia cuma ada waktu bersama dari jam 4 sore ampe jam 9 malam terus pergi tidur. Terus pagi-pagi jam 8 mesti siap-siap untuk Aisyah bangun dan pergi ke nursery/børnehavenya.

Perasaan bersalah itu kenapa tiba-tiba datang, Ve sendiripun gak tau...
Semoga weekend ini bisa sedikit membuat aktivitas bersama dengan Aisyah...:)

4 comments:

ima said...

Gpp say, sebentar lagi juga udahan praktikkerjanya. Ilmunya kan bisa diamalkan untuk mendidik Aisy. What a lucky Aisy having the best tutor like you :)

yons achmad said...

salam buat ais dr om ipunk he he

Ina said...

subhanalloh ... semangat ya mbak. Moga bermanfaat nanti dan jd bekal tuk mendidik aisyah dan adik2nya nanti .. ^_^

kenia huwada said...

hello mbak Ve!salam kenal dr purwokerto,Indonesia,..yg sabar ya Mbak,..saya jg pernah ngalami rasa bersalah kpd anak meski bukan ibu karir..yg penting.sering komunikasi aja sm anak mbak..insya Allah dia mengerti..anak sgt tau perasaan ibunya.